Ketika gue menulis ini keadaan hati gue lagi
sangat gelisah. Iyah, entah karena apa dan karena siapa hati gue sering merasa
gelisah luar biasa seperti ini. Efek dari hati gelisah ini gue akan sangat
merasa terluka dan tanpa gue sadari mata gue menitikan air mata. Cengeng?
Mungkin. Lalu, untuk apa air mata gue ini? Untuk siapa air mata gue ini? Gue
sendiri ngga tau jawabannya atau mungkin gue menolak untuk tau atau berusaha
untuk tidak tau atau berusaha untuk berpura-pura tidak tau? Entahlah semua
serba tidak jelas. Semua terasa semakin absurd saat hati gue terluka.
Catatan: Dari ruang dengan hati yang terluka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar